Setiap manusia selalu mencoba berkomunikasi dan membuat dirinya paham atau mengerti sesuatu, yaitu dengan gambar, lukisan, atau symbol-simbol tertentu. Dengan gambar dan bentuk-bentuk tertentu tersebut selalu mengandung pesan-pesan tersendiri. Seiring dengan kemajuan-kemajuan kehumasan dan juga periklanan selama ratusan tahun, kini berkembang wahana dan alat komunikasi modern . Selama periode yang cukup panjang, pers, media cetak, radio, memainkan peran yang sangat besar sebelum munculnya alat komunikasi dan informasi yang lebih baru serta lebih canggih seperti, televisi, video, internet dan satelit.

Setelah saya lulus kuliah nanti, saya ingin bekerja dalam bidang public relation atau advertising agen. Dimana public relation memiliki tugas utama yaitu menciptakan citra yang baik, harus menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan tersebut, dan dalam bidang Advertising  dituntut harus dapat menjual produk dengan penekanan biaya pada penjualan dan juga iklan, harus peka terhadap teknologi yang sedang berkembang. Kedua bidang tersebut sama-sama harus peka terhadap teknologi, tetapi fungsi teknologi pada kedua bidang tersebut pasti berbeda. Seorang PR (public relation) menggunakan media teknologi untuk membangun citra sebuah perusahaan agar seluruh kalangan memiliki citra yang positif terhadap lembaga yang bersangkutan, sehingga tujuan yang dicapai perusahaan dapat tercapai. Sedangkan bagi agen periklanan menggunakan media teknoogi untuk memilih media mana yang efektif dalam mengiklankan produk sehingga tepat pada sasaran dan produk tersebut dapat laku terjual dengan biaya penjualan dan iklan yang seminimal mungkin.

Media-media dalam komunikasi sekarang telah maju dengan adanya teknologi tinggi, media tersebut dapat menciptakan, mengirim, dan melacak komunikasi yang efektif dan efisien diantara para pekerja dan klien perusahaan untuk membantu menyelesaikan berbagai macam tugas. Perkembangan media melalui audio, video dan komputer, memudahkan untuk berhubungan secara langsung dengan banyak orang, baik secara personal maupun secara umum. Kemajuan teknologi yang memudahkan public relation atau advertising agensi yaitu Video News Release (VNR) adalah bentuk multimedia dari news release yang dicetak, biasanya digunakan untuk bidang kesehatan, pelayanan konsumen, teknologi, agen perjalanan, dan cerita tentang bisnis tertentu.

 Selain itu teknologi yang berguna dalam bidang public relation dan advertising adalah perpaduan antara periklanan dan internet. Internet dipercaya sebagai media yang paling efektif dalam beriklan, karena dapat menjangkau khalayak yang tepat pada sasarannya. Internet adalah sumber data yang responsif dan fleksibel dengan pertukaran pesan yang sifatnya dua arah. Periklanan  melakukan pendekatan dengan partisipan lewat perbincangan lewat media internet tentang suatu produk di chat rooms dan on message boards biasanya tepat menuju sasaran. Strateginya adalah menstimulasi diskusi tentang merek yang akan dipromosikan dan berharap pelanggan lama yang mengikuti diskusi akan menyebarkannya melalui mulut ke mulut. Dengan adanya semua kemudahan tersebut, para agen periklanan diberikan banyak kemudahan dan juga pilihan. Semuanya itu dikembalikan lagi kepada para pekerjanya yang harus teliti dalam memilih mana yang efektif dan yang terbaik dalam pencapaian tujuan.

Oleh karena itu sangat penting bagi para Public Relation dan Advertising agensi untuk tahu apa itu teknologi dan juga cara mengoperasikannya, karena mau tidak-mau kita harus belajar atau terlibat didalamnya demi mencapai tujuan dari pekerjaan yang kita jalani nanti.

Gonorrhea, sering disebut GO atau kencing nanah adalah penyakit seksual yang banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit ini dapat mengenai kaum pria maupun kaum wanita. Gejala yang dirasakan jika terkena GO antara lain keluar cairan keruh atau bercampur darah dari penis atau vagina, nyeri atau rasa terbakar saat kencing, frekuensi kencing menjadi lebih sering, dan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Gejala pertama GO umumnya timbul setelah 2 – 10 hari setelah terpapar oleh bakteri GO. Tetapi pada beberapa kasus, infeksi telah terjadi berbulan-bulan baru timbul gejala.

Pada pria, gejala pertama dapat berupa rasa tidak nyaman pada uretra, yaitu saluran yang mengalirkan air kencing dari kandung kencing ke luar tubuh. Setelah itu timbul rasa nyeri dan keluar nanah. Jika infeksi bertambah parah, nyeri akan bertambah hebat dan nanah semakin banyak.

Pada wanita, gejala biasanya bersifat ringan dan seringkali seorang wanita tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi GO. Infeksi biasanya mengenai mulut rahim, juga uretra. Jika bergejala, GO dapat menyebabkan rasa nyeri saat kencing, kencing lebih sering dan tidak bisa ditahan, juga keluar nanah dari vagina dan uretra.

Penyebab GO adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyebar melalui sperma atau cairan vagina ketika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Sering berganti pasangan seksual, memperbesar risiko terkena GO. Bersentuhan dengan penderita tidak menyebabkan penularan penyakit.

GO diobati dengan antibiotik. Dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik dengan lama dan dosis sesuai dengan anjuran dokter, untuk menghindari timbulnya kekebalan bakteri GO terhadap antibiotik. Hal ini penting diingat, karena ada anggapan salah yang berkembang di masyarakat yaitu cukup mengkonsumsi antibiotik satu atau dua butir saja, bahkan sebelum melakukan hubungan seksual berisiko tinggi. Pencegahan infeksi GO adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan, menghindari hubungan seksual dengan pasangan berisiko tinggi misalnya PSK, menggunakan kondom, serta menghindari seks oral. Perlu diingat bahwa GO sangat menular dan seringkali seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menjadi sumber penularan.

Jika telah terkena GO, hindari melakukan hubungan seksual sebelum GO berhasil disembuhkan dengan antibiotik. Jika terkena GO, bukan berarti anda telah kebal dengan penyakit tersebut. Anda dapat terkena GO lagi lain kali jika berhubungan dengan orang yang terinfeksi. Jika anda terkena GO, maka pasangan seksual anda (istri atau suami anda) harus diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan adanya infeksi GO tersembunyi 

Gonorrhea, sering disebut GO atau kencing nanah adalah penyakit seksual yang banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit ini dapat mengenai kaum pria maupun kaum wanita. Gejala yang dirasakan jika terkena GO antara lain keluar cairan keruh atau bercampur darah dari penis atau vagina, nyeri atau rasa terbakar saat kencing, frekuensi kencing menjadi lebih sering, dan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Gejala pertama GO umumnya timbul setelah 2 – 10 hari setelah terpapar oleh bakteri GO. Tetapi pada beberapa kasus, infeksi telah terjadi berbulan-bulan baru timbul gejala.

Pada pria, gejala pertama dapat berupa rasa tidak nyaman pada uretra, yaitu saluran yang mengalirkan air kencing dari kandung kencing ke luar tubuh. Setelah itu timbul rasa nyeri dan keluar nanah. Jika infeksi bertambah parah, nyeri akan bertambah hebat dan nanah semakin banyak.

Pada wanita, gejala biasanya bersifat ringan dan seringkali seorang wanita tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi GO. Infeksi biasanya mengenai mulut rahim, juga uretra. Jika bergejala, GO dapat menyebabkan rasa nyeri saat kencing, kencing lebih sering dan tidak bisa ditahan, juga keluar nanah dari vagina dan uretra.

Penyebab GO adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyebar melalui sperma atau cairan vagina ketika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Sering berganti pasangan seksual, memperbesar risiko terkena GO. Bersentuhan dengan penderita tidak menyebabkan penularan penyakit.

GO diobati dengan antibiotik. Dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik dengan lama dan dosis sesuai dengan anjuran dokter, untuk menghindari timbulnya kekebalan bakteri GO terhadap antibiotik. Hal ini penting diingat, karena ada anggapan salah yang berkembang di masyarakat yaitu cukup mengkonsumsi antibiotik satu atau dua butir saja, bahkan sebelum melakukan hubungan seksual berisiko tinggi. Pencegahan infeksi GO adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan, menghindari hubungan seksual dengan pasangan berisiko tinggi misalnya PSK, menggunakan kondom, serta menghindari seks oral. Perlu diingat bahwa GO sangat menular dan seringkali seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menjadi sumber penularan.

Jika telah terkena GO, hindari melakukan hubungan seksual sebelum GO berhasil disembuhkan dengan antibiotik. Jika terkena GO, bukan berarti anda telah kebal dengan penyakit tersebut. Anda dapat terkena GO lagi lain kali jika berhubungan dengan orang yang terinfeksi. Jika anda terkena GO, maka pasangan seksual anda (istri atau suami anda) harus diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan adanya infeksi GO tersembunyi.

Penyakit Radang Panggul (Salpingitis, PID, Pelvic Inflammatory Disease) adalah suatu peradangan pada tuba falopii (saluran menghubungkan indung telur dengan rahim). Peradangan tuba falopii terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif. Resiko terutama ditemukan pada wanita yang memakai IUD. Biasanya peradangan menyerang kedua tuba. Infeksi bisa menyebar ke rongga perut dan menyebabkan peritonitis.

A.     Penyebab utama

Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus). Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium).

  • Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:
    •  Aktinomikosis (infeksi bakteri)
    •  Skistosomiasis (infeksi parasit)
    •  Tuberkulosis.
    •  Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus
  • Faktor resiko terjadinya PID:
    •  Aktivitas seksual pada masa remaja
    •  Berganti-ganti pasangan seksual
    •  Pernah menderita PID
    •  Pernah menderita penyakit menular seksual
    •  Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang.

B.     Gejala utama

Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi. Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk dan disertai oleh mual atau muntah. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopii. Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Infeksi bisa menyebar ke struktur di sekitarnya, menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun.

Di dalam tuba, ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses (penimbunan nanah).
Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul, gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok. Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi ke dalam darah sehingga terjadi sepsis.

 Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID:

  • Ø Keluar cairan dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal
  • Ø Demam
  • Ø Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam
  • Ø Kram karena menstruasi
  • Ø Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Ø Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Ø Nyeri punggung bagian bawah
  • Ø Kelelahan
  • Ø Nafsu makan berkurang
  • Ø Sering berkemih
  • Ø Nyeri ketika berkemih.

 C.     Diadnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut.

 Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksan cairan dari serviks
  • Kuldosentesis
  • Laparoskopi
  • USG panggul.

 D.     Pengobatan

PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit.
Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan per-oral (melalui mulut).Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom.